Mohamad Hartadi

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>e-designonline.blogspot.com
=>e-tutorial07.blogspot.com
=>myblogdesign07.blogspot.com
=>matahati09@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Senin, 13 Juni 2016

Penduduk: Warga Serang tak protes Perda, bahkan yang nasrani, hanya netizen luar yang ribut


Salah seorang warga kota Serang, Mas Amir menyampaikan catatan "bagi yang masih termakan goreng-gorengan media":

Fakta kota Serang di bulan Romadhon:

1. Penduduk Serang hampir semua Muslim

2. Semua rumah makan wajib tutup di siang hari. Biasanya buka bila telah lewat jam 2 siang. Aturan ini sudah bertahun-tahun berlaku.

3. Razia bukan cuma di warteg, mall juga dirazia. Bahkan Solaria pernah digrebek (mungkin karena belum tahu waktu itu).

4. Tidak ada warga Serang yang protes. Semua adem ayem saja. Bahkan yang nasrani sampi heran dengan kebaperan netizen.

5. Rumah makan dan restoran di waktu berbuka rame luar biasa. Orang Serang suka makan di luar dan belanja di bulan puasa. Tidak ada alasan gegara puasa mereka nggak dapat penghasilan.

Fakta netizen "Baper" di luar Serang:

Mereka adalah pembeo dan pembebek tanpa ilmu yang dikit-dikit bawa perasaan.

Bahkan Gubernur DKI yang bukan wilayahnya, ikut meributkan. 

"Serang itu kota yg Islami, ayo skali2 main ke Serang biar tau spt apa Serang saat bln Puasa jgn cm protes doang," ujar warga Serang, Riko Bagus Mulyana.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Jawara Banten Tantang yang Tak Setuju Razia

(ilustrasi: jawara Banten)

BANTEN - Perwakilan Kesultanan Banten menantang mereka yang tidak sepakat dengan razia warung makan di bulan Ramadhan. Terutama menyoal pernyataan Wapres JK yang tidak sepakat dengan razia warung makan di bulan Ramadhan.

Tb A.Abbas Wasse, salah satu keturunan Sultan Banteng menilai pernyataan JK yang membolehkan rumah makan buka puasa tidak sesuai dengan ajaran agama Islam dan tak memahami toleransi antar umat beragama.

“Kita merazia para pedagang, di situ untuk menghormati orang Islam berpuasa,” kata Tb. Abbas di Masjid Agung Banten, Kecamanatan Kasemen, Kota Serang, Senin (13/06/2016).

Abbas menyinggung perayaan Nyepi yang semua orang wajib menaati, hingga Bandara Bali tutup selama Hari Raya Umat Hindu itu.

“Hari Nyepi itu bukan orang saja yang disuruh Nyepi, pesawat aja disuruh diam. Kalau berbicara pelanggaran HAM, berapa kebutuhan orang untuk berangkat ke satu daerah yang menggunakan pesawat,” kata Abbas.

“Mestinya Pak JK berbicara HAM secara utuh, harus adil, sebagai seorang Wapres berbicara di republik ini. Kalau perlu, saya mengajak JK berdiskusi soal Islam,” tantangnya.

Sebagaimana diketahui, JK menentang penyisiran oleh Satpol PP terhadap pemilik restoran atau warung makan yang buka selama Ramadhan.

Pernyataan JK itu menanggapi ramai pemberitaan tentang razia Warteg Ibu Saeni (53) oleh Satpol PP Kota Serang pada Rabu 08 Juni 2016 karena berjualan makanan pada siang hari.

Tokoh Banten lainnya yang juga Wakil Ketua Relawan Pemberantas Maksiat (RPM) Banten, KH. Yusuf, menambahkan organisasi masyarakat, kiai dan ulama di Banten mendukung tutupnya warung makan selama bulan Ramadhan di siang hari.

“Bagi yang tidak setuju dengan tindakan Satpol PP dasar nya apa? Tidak cukup dengan HAM, kalau menurut saya, lebih kuat mana HAM dengan Perda? Kalau Perda bisa dikalahkan dengan HAM, tidak usah bikin Perda Pergub lagi, HAM aja semua nya sekalian,” kata KH Yusuf.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Beroperasi di Bulan Ramadan, 25 PSK Dirazia Satpol PP; "Mana Koin Untuk PSK?


KARAWANG – Nekat beroperasi selama bulan ramadan, sebanyak 25 pekerja seks komersial (PSK) digelandang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah panti pijat dan lokalisasi.

Kasie Dalops Satpol PP Karawang, Junaedi, Senin (13/6/2016), menyatakan Operasi Pekat ini digelar secara rutin selama bulan ramadan. Kebijakan Pemkab Karawang di bulan puasa, praktik panti pijat yang kerap dijadikan arena esek-esek tidak diperbolehkan beroperasi.

"Keluhan warga kami respon segera dengan menggelar operasi kali ini. Selain itu juga ini untuk menindak tempat-tempat panti pijat yang diduga sering dipakai mesum saat di bulan ramadan maupun hari biasa," ujarnya.

Link: http://news.okezone.com/read/2016/06/13/525/1413775/nekat-beroperasi-di-bulan-ramadan-25-psk-digelandang-satpol-pp

***

Adakah koin untuk para PSK yang kena razia ini? Adakah bantuan kemanusiaan dari Presiden?

Seorang netizen, Abu Azzam mengomentari: 

"Oi kompas tolong galang dana lagi dong utk psk psk nih... 

mendagri dan pa jokowi nyumbang doongg...

beri keadilan utk para maksiaters doongg....

humanis gadungan mana dukungannyaaa???"

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Ahok Minta Perda Kota Serang yang Larang Jualan di Bulan Puasa Dicabut, Apa Urusannya?


Ahok Minta Perda Serang Larang Jualan di Bulan Puasa Dicabut

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyarankan Peraturan Daerah yang mengatur soal pelarangan rumah makan dibuka selama bulan puasa dicabut.

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat yang dibuat Pemerintah Kota Serang seharusnya dicabut.

"Tanya Menteri Dalam Negeri, cabut perdanya," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2016).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menggelar razia rumah makan, seperti di Serang. Ahok mengatakan tidak semua umat muslim berpuasa. Semisal perempuan muslim yang datang bulan.

"Emangnya semua orang muslim puasa? Perempuan kalau lagi datang bulan puasa tidak? Lalu, tidak bisa cari makanan?" kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Serang melalui Satuan Polisi Pamong Praja merazia warung makan yang buka selama bulan puasa.

Tepatnya pada Jumat (10/6/2016), seorang ibu pemilik warung makanan di Serang, Banten, terlihat menangis tersedu karena makanan yang dijualnya disita Satpol PP.

Razia dilakukan petugas untuk menegakan surat edaran tentang kegiatan yang dilarang pada bulan ramadan.

Dalam surat edaran tersebut tertuang Perda nomor 2 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan penyakit masyarakat yang di antaranya, melarang warung makan, restoran dan tempat hiburan malam di Kota Serang buka selama bulan suci ramadan.

Untuk warung makan dan restoran hanya diperbolehkan buka pada pukul 5 sore hingga pukul 5 pagi. (Dennis Destryawan)

Link: http://wartakota.tribunnews.com/2016/06/13/ahok-minta-perda-serang-larang-jualan-di-bulan-puasa-dicabut

***

Apa urusannya GUBERNUR DKI urusi Kota Serang yang merupakan wilayah Provinsi Banten?

Kalau Ahok gubernur Banten masih wajar urusi soal perda Kota Serang.

Kenapa Gubernur non-muslim ini suka urusi soal agama Islam?

Melarang sekolah wajibkan jilbab untuk siswi muslim selama Ramadhan, sekarang ikut-ikutan minta perda yang mengatur soal puasa di kota Serang, Banten.

Makin keblinger!

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Bolehkah Menjauhi Orang yang Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan?


http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/puasa-ilustrasi-_120709214444-338.jpg

Saya memiliki teman yang sangat akrab, saya sangat mencintainya, hanya saja dia tidak mau mengerjakan shalat wajib dan tidak pula mengerjakan shaum Ramadhan. Saya sudah menasihatinya, namun dia tidak mau menerimanya, bolehkah saya menjain persahabatan dengannya?

JAwab:

Boleh bagi kita membenci dan memusuhinya karena Allah, hingga dia mau bertobat. Karena meninggalkan shalat adalah kafir akbar berdasarkan pendapat ulama yang paling shahih sebagaimana sabda shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Batas antara seorang muslim dengan kafir atau syirik adalah meninggalkan shalat.” (H.R. Muslim dalam Shahih-nya)

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/62/Kennisis_sunset.jpg

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya dia telah kafir.” (H.R. Imam Ahmad dan Ahlus Sunan dengan sanad yang shahih)

Hadits-hadits yang semakna dengan ini amat banyak. Adapun meninggalkan shaum Ramadhan tanpa uzur syar’i merupakan dosa besar yang sangat besar. Sebagian ahli ilmu mengatakan kafirnya orang yang meninggalkan shaum Ramadhan tanpa uzur syar’i seperti sakit dan safar.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Tauladan Dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam Ketika Sedang Berbuka Puasa


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP1ZcG9oYSd_SmiGxzqW1s8qjjOGZEe9n9-oyNHrmzEvyTsbJqt4RBMHP1D1MMM5mLxhkfbLHyURsr_8LlqlFOzGQtBqyK7yWduHomvvQEGCmZhG2b2PH3ieE-4FqnCOqidWYqqLxyqdaS/s1600/BACAAN+BERBUKA.png

Dari Salman bin Amir adh-Dhabbi radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda, 

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَإِنَّهُ طَهُورٌ

"Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, hendaklah berbuka dengan kurma, jika ia tidak ada, hendaklah berbuka dengan air, sesungguhnya ia adalah pensucian kotoran" Diriwayatkan Imam yang Lima dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim.

KOSA KATA
سلمان بن عامر : Salman bin Amir, ia adalah Salman bin Amir bin Aus bin Hujr bin Amr bin al-Harits adh-Dhabbi, ia seorang sahabat. Muslim berkata, "Tidak ada sahabat yang berasal dari suku Dhabbi selain dia". Ash-Shan'ani juga menukil hal yang sama dalam kitab Subulus Salam dari Ibnu Abdil Bar dari kitab al-Isti'ab. Namun al-Hafizh berkata dalam Tahdzibut Tahdzib: Aku katakan, "Di kalangan sahabat terdapat Yazid bin Na'amah adh-Dhabbi. Al-Bukhari mengatakan, ia termasuk sahabat, Kudair Adh-Dhabbi, masih diperselisihkan status sahabatnya, dan Hanzhalah bin Dhirar adh-Dhabbi, ia menurut ad-Dulabi, terbenuh di perang Jamal dalam usia seratus tahun. Ibnu Qani' menyebutkannya dalam kitab ash-Shahabah dalam Akhirin Madzkurin fil Kutub al-Mushannafah fish Shahabah. Maka perkataan Muslim perlu dikaji ulang. Abu Ishaq ash-Sharifini menyebutkan, "Salman wafat pada masa kekhalifahan Utsman". 

Namun pendapat ini perlu ditilik ulang. Yang benar ia masih hidup sampai pemerintahan Mu'awiyah."
Pada beberapa cetakan Bulughul Maram, baik yang berisi matan atau yang disyarah tertulis: Sulaiman bin Amir dan yang demikian ini adalah salah. Penulis dalam kitab Talkhisul Habir, at-Taqrib dan Tahdzibut Tahdzib berkata tentang dia, "Salman bin Amir, dan inilah yang sesuai dengan buku-buku induk. Imam al-Bukhari telah mengeluarkan hadist yang diriwayatkan oleh Salman adh-Dhabbi radhiyallahu 'anhu
أفطر : berbuka, artinya, berkeinginan untuk berbuka setelah berpuasa.
طهور : Pensucian, artinya, menjadi penghalang kotoran.
PEMBAHASAN
Hadits ini juga dishahihkan oleh Abu Hatim ar-Razi seperti yang dikatakan oleh al-Hafizh dalam kitab at-Talkhish. Abu Daud telah berkata, "Bab makanan yang dijadikan santapan buka puasa. Musaddad telah memberitakan kepada kami (ia berkata) Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami dari Ashim al-Ahwal dari Hafshah binti Sirin dari ar-Rabab dari Salman bin Amir pamannya Hafshah ia berkata, Rasulullah shallallohu 'alaihi wa sallam telah bersabda, 

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَمْرِ فَإِنْ لَمْ يَجِد التَمْرِ فَعَلَى المَاءِ فَإِنَّ المَاءَ طَهُورٌ
"Jika salah seorang dari kalian berpuasa hendaklah ia berbuka dengan kurma, seandainya ia tidak mendapatkannya hendaklah berbuka dengan air sesungguhnya air adalah penyuci".

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyJKfomEbUJm8102Hu5C_NLbZ92WfjDTVYt0hxRKktFbPJp2p4SDmmAuWqv0PtvjB7vfHbZaV8AyG8H5vZiL1hsm0TBhB2D5BzihvGYYy4kEOu2fA99YeTSdzR4-rZEVb0EG3hm8LZGLk/s1600/kurma+dan+air+putih.png 

Al-Hafizh juga berkata dalam kitab at-Taqrib, "ar-Rabab dibaca dengan memfathahkan huruf ra' dan meringankan ba' pertama tanpa tasydid dan huruf terakhir adalah ba', yaitu bintu Shulai' adh-Dhabbiyah, derajatnya maqbulah (bisa diterima) dari tingkatan ketiga. Dan ia mengisyaratkan bahwa al-Bukhari mengeluarkan riwayatnya dalam riwayat-riwayat yang mu'allaq. Begitu pula para Imam Empat, penulis kitab as-Sunan. At-Tirmidzi menyebutkan bahwa ia disebut juga Ummur Ra'ih binti Shulai. Setelah meriwayatkan hadits ini, Abu Isa (at-Tirmidzi) berkata, "Ini adalah hadits "ash shahih"
KESIMPULAN
1. Disunnahkan berbuka dengan kurma, seandainya tidak didapati maka dengan air.
2. Sesungguhnya air berguna bagi badan jika orang yang berpuasa berbuka dengannya.
3. Dan sesungguhnya berbuka dengan kurma lebih utama daripada berbuka dengan air.
Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Menekan KLAKSON Setiap Melewati Jembatan Angker.. Hati-hati! Ini Bagian Dari Kesyirikan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoQ1JyGWmvhn3WxnvkDl6iGE4uJOQNJ-Ri5VuRcfEhfIu9XKiFbdwn6vMApL-rHBZxDL8xkDyy9_VWOQAmceRDRbf2P07ISFYkM7NghWF2SD8GSAvQoSB52P_HsQIVD0-UzenXPYejv40u/w1200-h630-p-nu/Kisah-Misteri-Jembatan-Panus-yang-Angker.jpg

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Rabbmu”. Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)”. Atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu”. (QS. 7:172-173)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah:
  • Jahil dan lalai terhadap tauhid dan syirik
  • Taqlid buta pada adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang.
Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur’an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.


Karena itu kita harus mengerti dan paham apa sebenarnya syirik itu, agar kita bisa terhindar dari bahaya dan malapetakanya di dunia dan di akhirat. Para ulama mengatakan, “Aku mengenali kejelekan bukan untuk melakukannya, tetapi agar terhindar darinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan antara kebaikan dengan kejelekan pasti terjerumus pada kejelekan itu.” Untuk itu, marilah kita mengenali apa syirik itu sebenarnya.

Syirik adalah menyejajarkan/menyamakan makhluk dengan Al-Khaliq (Allah swt) dalam perkara-perkara yang merupakan hak khusus (istimewa) Allah swt.

Hak istimewa Allah Subhannahu wa Ta’ala banyak sekali, seperti: Disembah, mencipta, mengatur, memberikan manfaat dan mendatangkan madharat, menentukan baik dan buruk, membuat hukum dan undang-undang (syari’at) dan lain-lainnya.

Secara umum jenis syirik itu ada dua: Syirik Akbar (besar) dan Syirik Ashghar (kecil). Perbedaan antara syirik akbar dan syirik asghar adalah:

Syirik akbar;
  • Syirik akbar menghancurleburkan seluruh amal ibadah pelakunya.
  • Apabila dia meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik akbar maka tidak mendapat ampunan Allah Subhannahu wa Ta’ala.
  • Pelakunya tergolong murtad dari Islam.
  • Di akhirat kelak pelakunya akan kekal dalam neraka selama-lamanya.
Syirik Asghar (kecil);
  • Dosa syirik kecil tidak merusak seluruh amal ibadah.
  • Pelakunya diampuni apabila Allah Subhannahu wa Ta’ala menghendakinya.
  • Pelakunya tidak tergolong murtad dari Islam.
  • Di akhirat kelak pelakunya tidak akan kekal dalam neraka selama-lamanya.

Beberapa Fenomena Syirik

A. Ngalap (mencari) berkah di kuburan wali, kiyai dan selainnya.

Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,

“Janganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.

Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari’at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa’at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta’ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.
Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. 4:48)

B. Mencari kesaktian lewat amalan, dzikir atau ritual tertentu.

Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan “terpelajar” yang mengaku “intelektual”pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan “membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian”.

Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang “orang pinter” itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.

Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu”, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.

Dan perlu diketahui bahwa“dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” yang tidak ada syari’atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:

Pertama, bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut bukanlah syari’at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid’ah, yang mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.

Ke dua, apabila tujuan seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid’ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta’ala.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjosX6gcIv3yn72ZJWVPuMuky5pS8YQVZGkHc3Idb8b2XNicVZsdMaOjJwzrdxE4tkSXQmU3QKJbhdkuB4TzoZgl7Dzp4phk8IucuMDjh6nKFiLGMKeUMdzb-xs637akDU4TkzJg5SOPSE/w1200-h630-p-nu/Jembatan+Jirak.jpg

C. Meminta bantuan arwah rasul, wali, atau tokoh tertentu agar terhindar dari marabahaya. 

Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang “katanya” menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.

D. Membuat sesajen untuk menolak roh jahat.

Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.

Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan “Mbah permisi saya mau lewat” sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya.

E. Memakai Jimat-Jimat.

Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah “diisi” oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.

Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar”si kolor ijo”tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.

Demikian pula apabila al-Qur’an Stambul (Al-Qur’an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.

Rasulullah SAW bersabda, artinya,

“Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu”. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi)

F. Ramal-Ramalan

Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Musta’an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi bahan renungan bagi kita semua.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving