Mohamad Hartadi

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>e-designonline.blogspot.com
=>e-tutorial07.blogspot.com
=>myblogdesign07.blogspot.com
=>matahati09@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Gangster Rap, Salah Satu Skenario Jahat Illuminati Lainnya


http://2.bp.blogspot.com/-B3LGKPQkRm4/UM_3sPQFltI/AAAAAAAAAt0/fkfAdvII0UY/s1600/cats.jpg

MEDIO akhir 1980-an dan 1990-an, Illuminati mengambil pendekatan baru untuk menghancurkan kehidupan jutaan orang. Selama beberapa dekade, Illuminati menggunakan seks bebas dan narkotika untuk merusak orang, tapi ternyata hal itu membutuhkan sesuatu yang lain, sesuatu yang sama-sama merusak.

Kekerasan jalanan lahir darinya, yang akan dicapai melalui pencucian otak. Pengaruh “The Order” melalui hip hop kepada pemuda hitam sudah berjalan, dan Illuminati memutuskan untuk sedikit mengubah cara guna mendorong perilaku barbar dan fanatisme suku atau ras. Akibatnya, rap gangsta lahir dan dengan cepat menjadi salah satu proyek pengendalian pikiran yang paling sukses dari NWO (New World Order).

Mempromosikan kekerasan dan tindakan kriminal lainnya, rap gangsta menjadi sebuah fenomena budaya yang menyerang masyarakat kulit hitam. Artis seperti Tupac Shakur, Biggie Smalls, dan Dr. Dre membuat glamor perilaku fantisme suku tersebut. Hal itu termasuk membentuk geng jalanan, mengikuti pemimpin, berjuang dalam perang, dan merendahkan wanita. Dalam pertukaran untuk kerjasama mereka, seniman Illuminati diberikan ketenaran dan kekayaan. Bagi mereka para fans, yang mereka miliki adalah mimpi yang rusak dan sel penjara.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ0WBcT4a2Po5cA4QDQBEowVBGzw5ca1uiYs00gcdOX2fQJ3fPVBreW9C4iva-RCzeDnOaQygO2dddCyX97OqC3ciuqjtfBY9GJGa3IDhP0TWCUTh40bRvAc6kvcITXbuSX-o0gXKxa9Hl/s1600/JayZDynastyFreemason-300x297.jpg

Simbolisme juga tampak jelas di album rap gangsta. Periksa kelompok Dr. Dre, NWA, yang memiliki kemiripan mirip dengan NWO. Contoh lain yang terkenal adalah Tupac album “The Don Killuminati”, dan jangan lupa berapa banyak desianer pakaian olahraga yang menggunakan simbol piramida dan Mata satu. Illuminati menciptakan merek dagang di mana-mana. Semuanya dilakukan untuk Setan, dan untuk memujinya harus dilakukan melalui penerapan simbol-simbol.

Rap gangsta muncul dari berbagai motif. Pertama, Illuminati memiliki pandangan sangat rasis dan percaya bahwa populasi dunia harus merupakan sebuah profil genetik tertentu. Ini tidak berarti bahwa ia ingin manusia hanya terdiri dari Kaukasia bermata-pirang biru. Ini menunjukkan bahwa ras akan jatuh ke dalam beberapa jenis hierarki kasta setelah “The Order” mengambil alih kendali. Satu ras akan berada di bagian atas, sementara yang lain akan menempati anak tangga yang lebih rendah. kepemimpinan kemungkinan akan lebih beragam untuk mempertahankan pemaksaan.

https://warungkopi17teknologi.files.wordpress.com/2011/05/illuminati-kanye-west-image.jpg

Kedua, Illuminati membutuhkan polisi negara untuk mengontrol masyarakat dan menghancurkan perlawanan, dan cara untuk mencapai itu adalah dengan meyakinkan orang-orang bahwa polisi bersenjata diperlukan. Dengan mengangkat kejahatan ke tingkat krisis, “The Order” mencapai hal tersebut. Amerika merasa lega ketika melihat tim SWAT menangkap bandar narkoba dan anggota geng. Bahkan ketika pelanggaran kotor terjadi, orang-orang tidak ingin polisi mereka untuk diberi sanksi atau mengalami reformasi. ketakutan jika “gangstas” akan menguasai jalanan.

Terakhir, agar kebencian rasial semakin menggejala di seluruh dunia, rap gangsta berhasil dengan sangat memuaskan. Hari ini, kulit hitam menghadapi stereotip negatif yang begitu besar karena terlalu banyak dari mereka yang melakukan kekerasan dan masuk penjara. Rap gangsta adalah penyebab utama dari ini.

Bahkan mereka yang tidak memahami kondisi, akhirnya percaya bahwa semua orang kulit hitam bertindak seperti itu. Wartawan kemudian memperburuknya dengan berfokus pada kejahatan saat mereportase komunitas kulit hitam.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Senin, 13 Juni 2016

Setelah Diteliti Oleh Ilmuwan Ternyata Filter Rokok Mengandung Darah Babi



http://2.bp.blogspot.com/-YCPcBDqZ83U/UdKMVm3cpfI/AAAAAAAAAn8/a8Ze842W6xE/s960/sdfsdfs.jpg

Seorang profesor Australia memperingatkan kelompok agama tertentu (Islam – red) dimana filter rokok mengandung tetesan darah babi.

Simon Chapman mengatakan bahwa suatu penelitian di Belanda baru-baru ini telah mengidentifikasi 185 industri yang menggunakan babi, termasuk penggunaan hemoglobin babi dalam filter rokok.

Profesor dari University of Sydney tersebut mengatakan bahwa hasil penelitian memberikan informasi dari dunia manufaktur rokok, dimana hal ini cenderung memicu keprihatinan bagi Muslim yang taat dan Yahudi.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.files.wordpress.com/2013/08/rokok-darah-babi-inikabarku.jpeg?w=600

Hemoglobin dalam darah babi digunakan oleh beberapa produsen tembakau pada filter rokok.

“Saya berpikir bahwa akan ada beberapa kelompok, khususnya mereka yang taat, menemukan gagasan bahwa kandungan unsur babi dalam rokok sangatlah ofensif,” katanya kepada Sydney Daily Telegraph.

“Komunitas Yahudi tentu saja memperhatikan hal-hal tersebut dengan sangat serius, termasuk umat Islam,” tambahnya.

Hemoglobin, protein dalam darah babi, digunakan untuk membuat filter rokok. Karena dipercaya lebih efektif memblokir bahan kimia beracun sebelum mereka memasuki paru-paru seorang perokok.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Satpol PP Hanya Berani Sama Pedagang Kecil? Warga Ini Buktikan Mal-Mal di Serang Patuhi Perda Ramadhan


Berikut penuturan salah satu warga Serang, Detty Meriyanti:

Bismillahirromannirrohim..

"Beraninya sama pedagang kecil aja tuh satpol pp.. gerebek tuh MCd, K*C, PIzzA H*T dll yang buka di mol mol!"

Begitu salah satu komentar netizen menanggapi kasus razia di kota Serang.

(Benarkah yg di mal mal tak patuh aturan Ramadhan di kota Serang? Larangan buka dari jam 04.30-16.00)

Ini sy photoin RM siap saji di sepanjang jalan di kota kami.. Kota Serang yang Santri dan Mandani..

(Foto-foto ini) Saya ambil dalam perjalan dari rumah (Senin, 13/6/2016) jam 12.30 menuju ke MOS Mall Of Serang.. anter anak lanang yang minta belikan sendal.. yaa pemandangan seperti tahun2 lalu.. tempat makan di mall serang masih tertutup rapat, ada salah satu RM di mall sudah buka dari awal cuma terlihat tampak depan aja. Saya nanya sama pelayan:

Saya: "Mas udah buka ya?"
Pelayan: "Sudah bu.. mau booking bu?"
Saya: "Gak mas.. saya mau bungkus dimsum aja"
Pelayan: "Ooh maaf bu.. klo pesen menu belum siap"

Naaahh...cakeep!


Begitu juga rumah makan tenda2 kecil dan rumah makan padang di sepanjang jalan.. sayang gak sempet di photo keburu turun hujan jadi burem nanti hasilnya klo di ambil dari dalam kaca mobil.

Mudah2an dengan adanya pemberitaan kemarin tidak akan goyah tetap isqomah dan agamis untuk kota Serang.

Klo emang kurang bijak cara menanganinya, mudah2an di perbaiki lagi.. walau surat perda sudah.. teguran juga sudah..

[Berikut foto-fotonya]




Sumber: fb

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Ippho Santosa: Ribut Perda Ramadhan, Anda Pernah Nyepi di Bali?

Ippho Santosa adalah seorang penulis, pembicara, motivator dan pengusaha muslim Indonesia. Berikut tulisan dari Ippho Santosa terkait berita yang lagi rame, Perda yang mengatur warung makan di bulan Ramadhan. 

Tulisan ini diposting di fbnya (Selasa, 14/6/2016). Selamat menyimak...


Pernah Nyepi di Bali? Keluarga saya pernah. Seperti yang kita tahu, saat Nyepi, hampir semua kegiatan ditiadakan. Contoh, selama Nyepi keluarga pasien di berbagai rumah sakit tidak boleh keluar RS dengan alasan apapun. Stok makanan pun harus disiapkan, mengingat warung di sekitar RS juga tutup.

Selama Nyepi, bandara tutup 1 hari dan ratusan penerbangan ditiadakan. Perbankan tutup sampai 3 hari. Anda mungkin menyebutnya aneh dan rugi. Tapi sebagian pengamat menyebutnya unik dan hemat. Di atas segalanya, itulah tradisi dan keyakinan mereka. Hargai. Akan indah jadinya.

Anda masih protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Bali? Apakah pendapat Anda dianggap penting bagi warga bali? Jika tidak, baiknya Anda diam saja. Hargai. Konon pemilik sebuah toko seluler di Kuta Bali pernah menghina tradisi ini. Yah wajar saja kalau warga merasa geram. Lalu, sebagian mengamuk dan merusak toko itu.

Setiap hari Minggu, di sejumlah kota di Papua, salah satunya Jayawijaya, warga dilarang jualan. Apapun agama mereka. Itu artinya 52 hari dalam setahun. Kalau Ramadhan, cuma 29 atau 30 hari. Saya pribadi pernah berkunjung ke tiga kota di Papua dan saya melihat ini diatur melalui Perda. Anda mau protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Papua? Apakah pendapat Anda penting bagi warga Papua? Jika tidak, baiknya Anda diam saja. Hargai.

Setuju atau tidak, inilah Perda. Selama Ramadhan, rumah makan di beberapa kota, termasuk Serang, diminta untuk tidak beroperasi siang-siang, cukup sore dan malam saja. Di berbagai kota di Sumatera juga begitu, dengan atau tanpa Perda. Anda protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Serang? Apakah pendapat Anda penting bagi warga Serang? Jika tidak, yah diam saja. Hargai.

Di Texas, warga biasa boleh menyimpan senjata api di mobil dan di rumah. Sementara di negara bagian lainnya di AS, tidak boleh. Ini 'Perda' mereka.

Perda berasal dari aspirasi rakyat setempat. Artinya kebiasaan ini sudah berlangsung puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Perda walaupun usianya baru sekian tahun atau belasan tahun berusaha mengukuhkan aspirasi ini. Semoga kita bisa memahami dan berhenti menghakimi.

Boleh-boleh saja kita berempati dan berdonasi kepada si ibu-ibu itu. Apalagi setelah digiring dan didramatisir oleh media. Tapi pikirkan juga Perda yang telah ditetapkan di Serang. Coba bayangkan, Anda buka bengkel di Bali ketika Nyepi. Atau buka lapak ketika Hari Minggu di Kabupaten Jayawijaya. Ending-nya juga sama, Anda bakal diciduk.

Saya awalnya juga memprotes penggerebekan dan penertiban rumah makan di Serang itu. Kok disita? Warga Serang merespons, "Untung cuma disita. Kalau menurut Perda, yah denda puluhan juta. Dan Perda ini sudah berlangsung sejak 2010. Mestinya setiap warga sudah paham walaupun buta huruf." Fyi, kalau di Serang, mall juga mematuhi, bukan cuma pedagang kecil. Alhamdulillah, ada TK dan SD Khalifah di Serang, makanya sedikit-banyak saya tahu, hehehe.


Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak berpuasa? Non-muslim, musafir, orang sakit, muslimah haid, hamil, dan menyusui. Tenang. Mereka telah mengantisipasi. Aman kok. Terbukti mereka tetap tinggal di sana selama bertahun-tahun. Nggak protes. Kok kita orang luar yang sok tahu dan mau menggurui?

Sebenarnya, dalam pemahaman Yahudi dan Kristen ada juga anjuran untuk menghormati tradisi puasa. Lihat Imamat 23: 29 dan ayat-ayat lainnya. Tentu saja ini tiada kaitan sama sekali dengan dinamika muslim sekarang. Yah sekedar komparasi saja.

Saya pribadi tak pernah menyuruh orang untuk menghargai puasa saya. Toh ini urusan saya dengan Tuhan saya. Tapi saat suatu kota memutuskan sebuah Perda terkait Ramadhan, tak ada salahnya saya dan kita semua turut mengapresiasi. Bagaimanapun itu Perda, itu aspirasi.

Ramadhan tahun lalu saya sempat menemani guru saya non muslim untuk sarapan. Bagi saya nggak masalah. Tak mungkin saya tergoda dengan sarapannya. Btw, ibu saya rutin puasa Senin-Kamis. Ketika saya makan siang, beliau sering menemani saya. Bagi beliau nggak masalah. Itulah 'Perda' di rumah kami. Anda protes? Hehe. Share ya.[]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Penduduk: Warga Serang tak protes Perda, bahkan yang nasrani, hanya netizen luar yang ribut


Salah seorang warga kota Serang, Mas Amir menyampaikan catatan "bagi yang masih termakan goreng-gorengan media":

Fakta kota Serang di bulan Romadhon:

1. Penduduk Serang hampir semua Muslim

2. Semua rumah makan wajib tutup di siang hari. Biasanya buka bila telah lewat jam 2 siang. Aturan ini sudah bertahun-tahun berlaku.

3. Razia bukan cuma di warteg, mall juga dirazia. Bahkan Solaria pernah digrebek (mungkin karena belum tahu waktu itu).

4. Tidak ada warga Serang yang protes. Semua adem ayem saja. Bahkan yang nasrani sampi heran dengan kebaperan netizen.

5. Rumah makan dan restoran di waktu berbuka rame luar biasa. Orang Serang suka makan di luar dan belanja di bulan puasa. Tidak ada alasan gegara puasa mereka nggak dapat penghasilan.

Fakta netizen "Baper" di luar Serang:

Mereka adalah pembeo dan pembebek tanpa ilmu yang dikit-dikit bawa perasaan.

Bahkan Gubernur DKI yang bukan wilayahnya, ikut meributkan. 

"Serang itu kota yg Islami, ayo skali2 main ke Serang biar tau spt apa Serang saat bln Puasa jgn cm protes doang," ujar warga Serang, Riko Bagus Mulyana.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Sama Korban Satpol PP, Satu Dapat Bantuan Jokowi, Sementara Ratusan Dibiarkan Sengsara



 Gambar nomor 1 di sebelah kiri, saya dapatkan dari situs Sindonews dengan judul "Histeria Warga Saat Penggusuran Kawasan Luar Batang".

Sedangkan gambar nomor 2 di sebelah kanan, sudah terpampang jelas sumbernya dari Kompasdengan judul "Warung Makan Dirazia".

Jika dilihat, kedua kejadian di atas sebenarnya memiliki persamaan; yaitu sama2 Rakyat Kecil yang tengah berhadapan dengan Satpol PP.

Hanya saja, meskipun serupa tapi tidak sama.

Di mana letak perbedaannya?

- Kasus pertama adalah kasus yang menimpa sebuah Warga, ratusan, bahkan mungkin ribuan orang. Sedangkan kasus kedua hanya menimpa satu orang saja, tak lebih.

- Kasus pertama adalah penggusuran, yaitu menggeser warga dari tempat tinggal mereka. Sedangkan kasus kedua hanya Razia, yaitu pemeriksaan atau penggrebekan sebuah tempat, tanpa mengusir sang pemilik tempat.

- Kasus pertama menuai respon yang monoton dan datar2 saja, tak terlalu heboh. Sedangkan kasus kedua menuai badai protes dan respon reaksioner yang meledak-ledak dari masyarakat.

- Kasus pertama, para Wong Cilik yang kena gusur itu entah mendapat simpati dari Netizen berapa gepok duit saya gak tahu. Sedangkan kasus kedua, hingga saat ini saja sudah mendapat empati dan santunan 100 juta lebih dari Netizen. Wow banget gak sih?

Lantas mengapa perbedaan yang mencolok ini terjadi? Dan siapa yang mem-blow-up semua ini?

Mengapa satu orang dapat membuat geger dunia sedangkan ribuan orang tak mampu menggetarkan hati kita?

Jawabannya sederhana, karena kasus yang pertama tak ada kaitannya dengan syariat, sedangkan kasus kedua kental berhubungan dengan nuansa syariat.

Mari kita melawan lupa, dan mengabsen modus2 yang serupa…

Masih ingat kan; seorang Dai yang dibully habis2an gara-gara poligami dua istri, namun pada saat yang sama, orang yang selingkuh akan tetap menjadi pujaan, dan orang yang poligami 10 istri tetap tak mendapat kecaman.

Jadi sebenarnya bukan anti poligami, tapi anti syariat.

Masih ingat kan; aktifis Muhammadiyah yang dituduh teroris, ditangkap serampangan, lalu pulang2 tinggal jasadnya. Tapi saat teroris pelaku peledakan bom Mall Alam Sutera adalah non-Muslim, ia ditangkap dengan baik-baik, disenyumin, dituntun dengan sopan.

Jadi sebenarnya bukan anti teroris, tapi anti muslim yang diklaim teroris.

Masih ingat kan; penjual es kelapa yang kontan langsung ditangkap karena memakai kaos bertuliskan Syahadat, tapi beberapa orang yang pakai atribut palu-arit masih bisa berkeliaran bebas.

Jadi sebenarnya bukan anti ideologi yang mengancam Pancasila, tapi anti ideologi berbau syariat (padahal baru "berbau" saja, tidak benar2 syariat).

Intinya, Agama kita ini sedang diserang. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh Kebodohan diri kita sendiri, dan oleh ketidak-adilan serta hipokrasi standar ganda yang kita amini.

Dajjal itu hanya menebar umpan, kita yang memakannya. Media itu hanya menggiring opini, kitanya saja yang genetiknya mudah dikelabui.

Maka perjuangkanlah Syariat, meskipun dengan sebuah kalimat. Untuk sekedar meninggalkan jejak di dunia, guna menjadi bukti di akhirat, bahwa kita pernah berupaya membela Agama dan Syariat.

Semoga itu dapat membawa manfaat serta syafa'at, bagi kita di hari kiamat...

(Yusuf Al-Amien)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Minggu, 12 Juni 2016

Ini Tayangan Ramadhan Pakai Gamis Salib

Acara Ramadhan di TVRI, MUI: Program Itu Memperkenalkan Salib


Komisi Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan munculnya tayangan program Ramadhan di TVRI yang menampilkan perempuan berjilbab tetapi menggunakan aksen tanda salib di bagian depan busana yang dikenakannya.

Ketua Komisi Informasi MUI Masduki Badlowi saat dihubungi Republika.co.id, Senin (13/6), menilai, program tersebut memang ditujukan untuk memperkenalkan salib.

Masduki menilai hal itu sangat tidak tepat karena itu bisa sangat menyinggung perasaan umat Islam. Untuk mengambil sikap terhadap program tersebut, Masduki mengatakan, MUI siang ini‎ akan menggelar rapat internal, khususnya di Komisi Infokom yang bertugas memantau semua tayangan televisi, terlebih program yang ditayangkan selama Ramadhan.

Dia pun meminta pemilik program, dalam hal ini TVRI, harus segera meminta maaf kepada umat Islam. "Harus minta maaf karena itu adalah kesalahan," katanhya.

Masduki menuturkan, dalam hal ini MUI hanya menyampaikan pengaduan terhadap lembaga-lembaga terkait (KPI dan Kemenkominfo) atas tayangan-tayangan di televisi. Dia mengatakan, MUI tidak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi kepada program-program yang ditayangkan di televisi.

"Jadi itu tergantung bagaimana orang-orang yang punya kewenangan untuk memberikan semacam sanksi kepada televisi tersebut," ujarnya.

Apalagi, Masduki mengatakan, TVRI di bawah pengawasan Komisi I DPR RI, sehingga jika ada kesalahan dari manajemen, keuangan, atau program tayang, DPR RI bisa langsung menegur sekaligus memberikan sanksi kepada TVRI. "Jadi, MUI di samping akan mengadukan ke KPI juga mengadu kepada Komisi I DPR RI," katanya.





Tayangan Ramadhan Pakai Gamis Salib, PBNU: Toleransi Beragama yang Kebablasan



Tayangan program Ramadhan TVRI menampilkan dua wanita muslimah memakai baju dengan simbol salib. Salib tersebut berada di tengah gamis mereka.

Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun'im DZ mengatakan, kalau ada tayangan program Ramadhan namun bajunya memakai simbol salib itu sama saja toleransi beragama yang kebablasan.

"Kerjasama antar agama itu tak boleh di bidang ritual keagamaan. Tapi kalau  di bidang sosial, budaya, politik, kemanusiaan baru boleh," katanya, Senin, (13/6).

Kalau sudah acara Ramadhan itu sudah masuk wilayah keagamaan. Tak boleh ada kerjasama dengan agama lain, apalagi menampilkan simbol-simbol agama lain.

"Acara Ramadhan ini kan acara keagamaan yang sifatnya ekslusif. Seharusnya tak ada simbol-simbol agama lain di dalamnya, tak boleh mencampuradukkan agama," terang Mun'im.

Toleransi beragama, ujar dia, itu diperbolehkan. Namun jangan sampai kebablasan. Seharusnya TVRI mengoreksi acaranya kembali.

"Kalau kostumnya masih gamis dengan lambang salib sebaiknya acara TVRI itu tak usah dilanjutkan. Harus ada koreksi dari TVRI," kata Mun'im mengingatkan.

Masalah ini, perlu diperhatikan TVRI. Sebab, jika diabaikan takutnya terjadi keresahan masyarakat. Sebelum timbul keresahan masyarakat, sebaiknya dicegah.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Wow! Puasa di Norwegia Berlangsung Selama 20 Jam


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFfaTSp4sbV75XgTNNLkOomkGGlrHpNWRnHIWsF0HmrEf85gXug3jo7zWL0RDwd2LvPha3aLVp-raF68NApjH1NKIRF16S0yleAg535VN0QZZSYfcgNPR-_OLOAVd9iBAz-mjriU_hIrQ/s1600/1.jpg

BETAPA sesuainya anjuran menghidupkan malam untuk diterapkan di Ramadhan kali ini. Malam yang begitu dinanti setelah hampir 20 jam kami menahan lapar, dahaga, dan melatih kesabaran.

Malam yang berbeda dari persepsi umum. Malam musim panas di bumi belahan utara adalah malam anti-mainstream (lagi-lagi istilah ini muncul. Maklum, biar kekinian).

Ketika maghrib datang ditandai dengan adzan di telepon genggam, sejatinya matahari belum benar-benar terbenam. Di luar masih tampak seperti sore hari. Tapi demi mengikuti jadwal puasa yang dikeluarkan Majelis Islam Norwegia, maka berbukalah kami pada jam 22:56 (waktunya bergeser 1-2 menit setiap hari).
Lingkungan sekitar sepi sekali, karena memang ini adalah waktunya orang beristirahat. Lampu di semua rumah tampak gelap, kecuali mereka yang begadang. Atau rumah keluarga muslim yang menikmati salah satu kebahagiaan orang berpuasa seperti kami.

Hal pertama yang dilakukan tentunya menikmati ifthar ala kadarnya. Inilah hikmah waktu berbuka dan sahur yang jaraknya pendek. Kami jadi bisa (dan harus) berhemat dalam menyajikan serta menikmati hidangan. Bukan saja waktu yang terbatas, daya tampung perut pun juga tak banyak. Kami lebih mengutamakan asupan air, buah, dan sayuran dibanding hidangan berat yang akan susah dicerna bila dimasukkan secara borongan. Nanti saja saya ceritakan contoh hidangan ifthar dan sahur ala kami.

Setelah berbuka, kami lanjut dengan salat maghrib, disusul dengan salat isyak 10 menit kemudian (sekitar jam 23:41). Kalian bisa lihat pemandangan langit menjelang tengah malam yang saya sertakan di sini. Belum betul-betul gelap. Rasanya bagai waktu maghrib yang berkepanjangan :-).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYziZvleZPRv0xFgrAJ0lrDIr-AYYqG_oKH5oyaGyOEsdA10t2GwyD1auhQf0XdtiXNFeitKByht8tAYgLJYUUl_ui8I3pSTm7DTBcucj1gZ2dLuFkmuP4yi8Hre6nMca-8kjbADlczcea/s1600/Stavanger-Home-of-Norways-Oil-Industry.jpg

Bayangkan pula saudara-saudara kita yang tinggal semakin dekat dengan Lingkaran Kutub (seperti Norwegia Utara dan wilayah Lapland), yang mataharinya hanya tergelincir saja selama satu jam untuk kemudian muncul lagi. Rasanya bagai waktu dhuhur berkepanjangan. Maa syaa Allah!

Bersyukur kami tak mengalami perubahan waktu seekstrem itu. Insyaa Allah kami akan dimampukan untuk menjalani apa yang sudah kami jalani selama tiga Ramadhan terakhir. Aamiin.
***
Kami salat tarawih menjelang jam 00:00. Sejauh ini kami tarawih di rumah saja, karena masih hari kerja. Sekitar 20-30 menit selesailah salat tarawih dan witir. Dan kami bisa beristirahat sejenak.

Memasang alarm (yang saya set di 3 waktu berdekatan, agar mereka bisa saling bersahutan membangunkan saya) adalah suatu keharusan.

Sahur kami mulai sekitar jam 02:30. Makan juga seadanya dengan porsi yang minimalis. Lagi-lagi kami perlu ruang yang cukup untuk minum air supaya tidak dehidrasi nantinya.

Sahur berakhir menjelang waktu subuh, jam 03:37.

Setelah salat subuh berjamaah, kami kembali ke peraduan. Harus istirahat lagi, meski sebentar. Karena suami harus berangkat kerja, dan Fatih akan sekolah.

Menjelang jam 06:30 saya bangun dan membangunkan suami, kemudian Fatih. Mereka bersiap ke tempat kerja dan sekolah. Saya berkutat dengan urusan di rumah.

Hari baru dimulai lagi. Kami isi dengan kegiatan beragam sesuai peran masing-masing. Mulai pagi, siang, hingga sore hari.

Sampai kami berjumpa lagi dengan waktu maghrib, dan siap untuk memborong malam sekali lagi.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Selama Ramadhan, Jerman Bebaskan Pajak bagi Pemilik Pasar Dan Restoran Muslim


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUbD2bg8wpoNJRiDG90IFGXtb3tk0X_hiR9kmqEEgv7TRUms5Tv02sWNl_VtggAblk4DaJe7pSmh4eCGCnYuL_kqBfaI4XBdwA68NQg4RW7lAzhnVlu7rZoeVwAtua1NOfb4WRpo3sCXw/s1600/munzur+kebap+mosbach+bild.jpg

KANSELIR anselir Jerman Angela Merkel membebaskan pajak kepada pemilik pasar dan restoran Muslim selama bulan Ramadhan ini berlangsung. Keputusan itu ditandatangani oleh Merkel awal bulan ini. Demikian dilansir oleh Maroccoworldnews.

Keputusan ini sendiri diambil agar restoran milik umat Muslim bisa menurunkan harga makanan bagi umat Islam selama bulan suci ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHzH53hjW-nDX-smaQcw5Lk2Wtsx9RJN4up105r-SDXK1Wn4x0TVLAU8Bbqh9L4uMT_HpbmkpDPG7oscEDb8UCeqwsPq3D1ZDlTWKXxmEOemyvBcm6JeN4-ItwD59IYJQCKCakriCqdb3u/s1600/017904893_30300.jpg

Merkel secara tegas menyerukan bahwa rakyat Jerman harus saling menghargai keyakinan agama masing-masing. “Sebagian besar Muslim adalah warga yang benar dan konstitusionalis. Jelas bahwa Islam tidak diragukan lagi telah menjadi salah satu komponen dari Jerman,” katanya.

Tahun lalu, Merkel juga menghadiri buka puasa bersama di Berlin.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

"Kemanusiaan yang Tebang Pilih, Anda Punya Agenda Apa Sih?"


Betapa hebatnya para founding fathers kita yang telah merumuskan Pancasila puluhan tahun lalu.

Mereka sudah mensinyalir bahwa kelak 'kemanusiaan' itu bisa diberlakukan dengan tebang pilih. Yang itu dibantu... yang ini dibiarkan.

Itu sebabnya mereka merumuskan dengan cermat sila kedua: "Kemanusiaan yang adil dan beradab". 'Adil' dengan huruf tebal. Bahwa implementasi rasa kemanusiaan harus adil. Tidak membeda-bedakan siapa dan di mana yang harus dibantu.

Sangat baik membantu ibu2 pedagang yang diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat di Serang (sekali lagi: aparat). Namun Anda tak menutup mata, telinga dan hati, kan: Luar Batang? Atau Papua? Atau di manapun?

Kemanusiaan itu tidak pilih-pilih. Itu jika kita menghargai jerih payah para pendiri Republik ini. Jika anda pilih-pilih... Anda punya agenda apa sih sebenarnya?

(Joko Santoso HP)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Kisah Marbot Masjid Alumni IPB Mengenalkan Islam di Ceko


[portalpiyungan.com] Ceko adalah salah satu Negara terindah dan menawan di Eropa. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa Paris pun kalah menawan dengannya.

Suatu sore di Februari 2016, lantunan ayat suci Alquran terdengar dari sebuah apartemen di Praha, Republik Ceko yang atheis. Pelantunnya, dua pria Ceko Peter Brejcha dan Cristoff. Keduanya telah 4 tahun menjadi mualaf.

Peter dan Christoff belajar Alquran dari seorang Warga Negara Indonesia, Akhir Pebriansyah. Akhir merupakan mahasiswa S3 di Chechz University of Life Science, universitas pertanian terbesar di Ceko. Ia tengah menempuh program doktor di jurusan Pengolahan Makanan. Pria berusia 27 tahun ini juga merangkap sebagai guru ngaji bagi rekan-rekannya warga asli Ceko.


Tak hanya mengajarkan cara membaca Alquran, Akhir juga menjadi tempat bertanya dan berdiskusi rekan-rekannya warga Ceko tentang Islam. Tak heran, jika bagi kawan-kawannya, Akhir sudah seperti keluarga. “Saya sudah mengenal Akhir sejak sekitar dua tahun lalu, kami menikmati pertemanan ini. Dia teman yang baik, dia suka menolong teman-teman muslim. Dia laki-laki yang baik,” tutur Peter Brejcha tentang Akhir.

Sementara bagi Akhir, mengenalkan Islam kepada warga Ceko, memiliki tantangan tersendiri, “Mereka berpikir sangat logis, mereka tidak langsung menerima. Kenapa kita makan pakai tangan kanan, harus jelaskan secara ilmiah, secara logika. Kedua kendala bahasa, itu sangat berat bagi saya.”

Selain mengajar mengaji kepada warga Ceko, Akhir ternyata juga merupakan sosok yang memelopori pengajian Warga Negara Indonesia yang bermukim di Ceko. Ia didaulat perkumpulan WNI untuk menjadi pembimbing mereka dalam menimba ilmu tentang Islam di Praha. Sekitar 30 WNI rutin berkumpul setiap minggu untuk mengaji. Pengajian diikuti dewasa maupun anak-anak. Lewat pengajian, mereka tidak hanya menambah ilmu, namun juga tumbuh menjadi sebuah keluarga besar. Dan ini semua terwujud berkat seorang Akhir Pebriansyah, pemuda yang ikhlas berjuang dengan caranya, demi Islam di Praha.

(Akhir Pebriansyah)

Akhir Pebriansyah merupakan alumni IPB (Institut Pertanian Bogor) Fakultas Peternakan 2007.

Beliau pernah menjadi seorang Marboth (penjaga Masjid) di Masjid Al Hurriyyah Kampus IPB Dramaga. Selain itu beliau juga aktif dalam kegiatan Lembaga Dakwah Kampus Al Hurriyyah IPB dan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK).

Perjuangan beliau untuk meneruskan kuliah disana tidaklah mudah. Melalui beberapa seleksi yang sulit, namun ternyata Allah lebih memilih beliau diantara lainnya. Beliau memang aktif dalam dunia paper, organisasi dan bahasa inggris aktif. (Mukhamad Najib)

Kisah dakwah Akhir Pebriansyah ditayangkan NET TV pada Sabtu (11/6/2016) lalu.

Lihat Videonya:


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

FAKTA-FAKTA yang Disembunyikan Media pada Kasus Ibu Saenih di Serang


SERANG - Pemberitaan media terkait razia warung makan di kota Serang, Banten, yang buka saat siang hari di bulan Ramadhan, mengarah pada pendiskreditan terhadap Islam terutama perda-perda Syariah.

Bahkan aktivis JIL langsung gunakan kasus razia ini untuk menentang perda bernuansa syariah.

"Kalo ada Perda tutup rumah makan siang Ramadan, itu HARUS DITOLAK krn kontra konstitusi. Dasar NKRI itu Pancasila, bukan Piagam Jakarta!" kicau aktivis JIL @sahal_AS. 

Untuk menelusuri kejadian sebenarnya, hari Ahad (12/6) siang, jurnalis anggota JITU (Jurnalis Islam Bersatu) berkunjung ke rumah Ibu Saenih, pedagang nasi yang digusur..

Pada pertemuan itu didapati sejumlah fakta menarik. Berikut seperti disampaikan JITU lewat akun twitternya @jituofficial

1. Ibu Saenih ternyata ga lulus SD dan tidak bisa membaca. Sehingga, tidak bisa membaca edaran tempelan di depan rumahnya.

2. Jadi memang sudah ada edaran larangan jualan siang hari (jam 04.30-16.00) ditempel di depan rmhnya tp bu Saenih gak bisa baca.

3. Ini surat edaran dan himbauan menyambut bulan suci #Ramadan yg ditempel SatpolPP di dpn rumah bu Saenih.


4. Meskipun sejumlah barang daganganny disita SatpolPP, sampai hari ini Ibu Saenih masih berjualan walau hanya dgn pintu sedikit terbuka.

5. Saenih: Kalau sudah dpt modal & itu sangat diharapkan. Saya janji mau buka usaha baru yg lebih layak & tutup pada siang hr di Bln puasa.

6. Dari poin tsb, trnyata ibu Saenih memang murni tidak tahu atas kesalahan yg diperbuat olehnya dan siap menaati peraturan daerah.

7. Ironisnya, kita melihat pemberitaan di media soal penggusuran Ibu Saenih sangat tendensius. Meskipun mereka bilang "ini bukan soal agama".

8. Kita tidak mempermasalahkan sumbangan ke ibu Saenih dari para netizen karena kami percaya #Ramadan  membawa berkah bagi kaum lemah..

9. Tapi pada akhirnya, isu ini digulirkan ke arah pengebirian perda2 yg berbau syariah seperti himbauan di bln #Ramadan  di Kab. Serang.

10. Bantuan utk ibu Saenih ialah amal saleh, tapi jgn sampai kearifan lokal yg menyangkut Muslim diabaikan @jokowi


11. MUI Provinsi Banten terlihat bijak dalam menyikapi kasus Ibu Saenih.. berikut kami paparkan himbauan dr para ulama Banten, sbb:

11a. PolPP adalah aparat pemda yg berwenang melakukan penindakan dlm penegakan perda tp MUI Banten meminta agar tidak ada penyitaan dagangan.

11b. Umat Islam dihimbau tetap tenang dan tdk terpengaruh provokasi pihak2 yg memanfaatkan kejadian ini.

11c. Menyampaikan terimakasih pd masyarakat yg telah tolong menolong dlm kebaikan. Semoga Allah gandakan balasannya.

11d. Menghimbau kepada pedagang agar tetap tenang dan jalankan usahanya selama menjalankan adat Banten dgn menghormati org yg puasa.

11e. Menghimbau semua pihak agar tdk mengembangkan peristiwa ini semakin liar&tdk terkendali shingga terjadi konflik yg tdk diinginkan.

11f. Terakhir, ulama di MUI Banten mengajak agar masyarakat dlm menyelesaikan masalah ini dan sgala dampaknya diserahkan pd pemda setempat..

12. Semoga pak @jokowi bisa jernih melihat persoalan, mendengarkan para ulama dan sesepuh adat dlm kasus Ibu Saenih.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Perda Ramadhan 30 Hari, Perda Kebaktian Minggu 52 Hari: Anda Meributkan Perda atau Islam?


 Kepada Pejabat Pemerintah, Media, Tokoh Agama dan Seluruh Masyarakat Yang Menolak Perda Larangan Berjualan Di Siang Hari selama Ramadhan:

“Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan”

Jangan mengkaitkan kelalaian atau ketidak manusawian Satpol PP yang bertugas dalam penertiban dengan Perda Ramadhan/Perda Syariah.

INFO GRAFIS DI ATAS Menunjukan kemunafikan sebagian pihak dalam memandang PERDA SYARIAT.

Bandingkan PERDA/EDARAN yang mengatur RAMADHAN dengan KEBAKTIAN MINGGU.

Perda Ramadhan hanya 30 hari dalam setahun, dan itupun tidak 24 jam, tetap buka jam 16.00-Sahur.

Sedang Instruksi Bupati-bupati di Papua melarang aktivitas perdagangan di Hari Minggu, 52 hari dalam setahun.

(Baca: Di Papua, Tak Taati Instruksi Bupati, Mama-mama Berjualan di "Hari Minggu" Disweeping dan Disita)  

Anda meributkan Perda Ramadhan yang mengatur penjual makanan selama 30 hari tapi diam terhadap Perda Kebaktian Minggu yang mengatur perdagangan selama 52 hari.

YANG ANDA RIBUTKAN PERDA ATAU ISLAM?

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Pemerintah Oman: Tak Benar Ada Desa dengan Siang Hanya 3,5 Jam


http://img.eramuslim.com/media/2016/06/Wakan-Village.jpg

LAPORAN mengenai desa di Oman dengan siang terpendek ternyata tidak benar. Desa Wekan yang terpencil dan terletak hampir 2.000 meter di atas permukaan laut yang memiliki siang terpendek di dunia, telah ditolak pemerintah Oman.

“Kabar yang beredar di media sosial tentang sebuah desa di Oman yang memiliki waktu puasa terpendek tidak benar,” klaim Departemen Pariwisata Oman, seperti dilansir Emirates247.

Laporan tersebut menyatakan bahwa matahari di desa ini terbit pada pukul 11.00 dan terbenam pukul 14:30. Seorang pejabat di Kementerian Wakaf dan Urusan Agama, seperti dikutip Times of Oman, mengatakan, “Ini tidak mungkin. Meski di daerah itu sulit untuk melihat matahari di beberapa daerah pegunungan, itu bukan berarti bahwa matahari belum terbit, bisa saja hanya terhalang gunung.”

Sebelumnya, surat kabar Arab Saudi Ajel melaporkan bahwa desa Wekan memiliki salah satu saat puasa terpendek di dunia, namun tidak jelas apakah warga Wekan mengikuti waktu berpuasa di daerah terdekatnya atau tidak. Laporan itu juga menambahkan desa Wekan hanya bisa diakses oleh keledai, kuda dan kendaraan roda empat saking terpencilnya 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

"Menghormati yang Tidak Berpuasa" Oleh: Tere Liye


"Menghormati yang Tidak Berpuasa"

Tulisan: Tere Liye

12 tahun silam, saat saya baru lulus kuliah, saya sudah menemukan konsep baru yang sangat membingungkan ini: Orang-orang berpuasa diminta menghormati orang-orang yang tidak berpuasa. Maka, saat ramadhan datang, apa salahnya jika tempat-tempat hiburan tetap buka, rumah makan tetap beroperasi penuh, dan lain sebagainya. Apa salahnya jika klub malam tetap beroperasi. Toh, mereka juga mencari makan, nafkah dari bisnis mereka.

Saya membaca tulisan itu di milist (jaman itu belum ada media sosial). Saya masih muda, masih tidak berpengalaman. Saat membaca tulisan tersebut, aduhai, isinya masuk akal sekali. Benar loh, kan kita berpuasa itu disuruh menahan diri, agar jadi lebih baik, masa’ kita akan tergoda saat melihat warung buka, masa’ kita akan tergoda saat melihat tempat hiburan ada di mana-mana? Full beroperasi. Kalau masih tergoda, berarti puasa kita nggak oke.

Itu logika yang masuk akal sekali. Tapi saya bersyukur, saya tidak pernah membiarkan “logika” sendirian saat menentukan prinsip-prinsip yang akan saya gigit. Saya selalu memberikan kesempatan mendengarkan pendapat lain.

Baik. Itu mungkin masuk akal, orang-orang berpuasa disuruh menghormati orang-orang tidak berpuasa, tapi di mana poinnya? Apakah orang-orang yang berpuasa mengganggu kemaslahatan hidup orang-orang tidak berpuasa? Apakah orang-orang berpuasa ini punya potensi merusak? Sehingga harus ada tulisan, himbauan, pernyataan:

"Kalian yang puasa, hormatilah orang yang tidak berpuasa."

No way, man, itu logika yang bablas sekali. Saya tahu, ada banyak razia penuh kekerasan dilakukan kelompok tertentu atas tempat-tempat hiburan, warung-warung, dll. Tapi itu bukan cerminan kelompok besar muslim di negeri ini. Kelompok besarnya, bahkan tidak suka dengan cara-cara penuh kekerasan ini, pun tidak suka dengan kelompok ini.

Lantas siapa yang seharusnya menghormati?

Default dalam situasi ini adalah: ingatlah baik-baik, ramadhan itu sudah ribuan tahun usianya, 1.434 tahun tepatnya (saat tulisan ini ditulis -red). Bahkan perintah shaum, itu hampir seusia manusia di bumi ini, agama-agama terdahulu juga memilikinya. Kalau itu sebuah tradisi, maka dia lebih tua dibanding tradisi apapun yang kalian kenal, silahkan sebut tradisinya, puasa lebih tua.

Maka, tidak pantas, manusia yang usianya paling rata-rata hanya 60 tahun, tiba-tiba mengkritisi puasa, memandangnya sebagai sesuatu yang artifisial, tidak penting, dsbgnya. Ramadhan adalah bulan paling penting dalam agama Islam, jelas sekali posisinya.

Sama dengan sebuah komplek, itu komplek sudah 1.434 tahun punya tradisi tidak boleh memelihara hewan peliharaan. Kemudian datanglah keluarga baru, membawa hewan yang berisik sekali setiap malam. Siapa yang disuruh menghormati? Wow, warga satu komplek yang disuruh menghormati keluarga dengan hewan berisik?

Demi alasan egaliter, HAM, kesetaraan, kebebasan, dan omong kosong lainnya. Kalian tahu, ketika orang-orang tidak punya argumen substantif dalam hidup ini, maka senjata mereka memang hanya itu: kebebasan.

Amunisi paling mudah saat melawan agama adalah: kebebasan. Hingga lupa, siapa sih yang over sekali menyikapi situasi ini?

Karena sejatinya, tidak ada pula yang menyuruh warung-warung full tutup, warung makan cukup diberikan tirai saat bulan Ramadhan, semua baik-baik saja. Itu lebih dari cukup. Lantas soal klub malam? Diskotik? Tempat menjual minuman keras?

Kalian punya 11 bulan untuk melakukannya, diminta libur sebulan, apa susahnya? 11 bulan orang lain menghormati kalian melakukannya, maka tiba giliran 1 bulan, apa susahnya mengalah? Tidak perlu sampai ribut, sampai berantem, sampai dirazia, cukup kesadaran diri saja. Tidak ada yang meminta kalian tutup 12 bulan.

Kusutnya masalah ini, kadang yang mengotot sekali justeru yang sebenarnya beragam Islam. Orang-orang yang beragama lain, sudah otomatis menyesuaikan diri. Saya punya banyak teman-teman non Islam, saat mereka makan siang, mereka dengan sangat respek minta ijin, bisa menempatkan diri dengan baik.[]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

SAFARI RAMADHAN Calon Pemimpin Non Islam, Hary Tanoesoedibjo Ke Berbagai Pesantren di Provinsi Banten

SAFARI RAMADLAN Calon Pemimpin Non Islam Hary Tanoesoedibjo Ke Berbagai Pesantren di Provinsi Banten.

Selain 'Bersafari' Juga Pemberian Bantuan Al Quran dan 'Dana' Pendidikan;

1. Pondok Pesantren Attaufiqiyyah
asuhan Bpk KH Edy Suhrowardi. Serang, Banten, 9 Juni 2016

2. KH Yuri Alam Fatallah,Bpk KHUbay Dillah,Bpk KH Atoillah Kabir di Ponpes Nur El Falah Serang, Banten.

3. Pondok Pesantren Bani Nawawiyah,
yang dipimpin oleh Bpk KH Syamum Nawawi. Banten, 9 Juni 2016.

4. Pondok Pesantren Al Bayan asuhan
KH Bpk Eeng Nurhaeni. Rangkasbitung, Lebak, Banten, 9 Juni 2016.

Seperti biasa Pidato dan Cium Tangan Santri Putri.













Anugrah Atau Musibah?



“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka” (QS At-Taubah: 17).

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving