Mohamad Hartadi

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>e-designonline.blogspot.com
=>e-tutorial07.blogspot.com
=>myblogdesign07.blogspot.com
=>matahati09@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

Tiga Golongan Yang Pertama Kali Masuk Neraka


http://utility-share.blogspot.com/2015/01/riwayat-nabi-akan-peringatan-neraka-jahanam.html

نَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يَنْزِلُ إِلَى الْعِبَادِ لِيَقْضِيَ بَيْنَهُمْ، وَكُلُّ أُمَّةٍ جَاثِيَةٌ، فَأَوَّلُ مَنْ يَدْعُو بِهِ رَجُلٌ جَمَعَ الْقُرْآنَ، وَرَجُلٌ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ كَثِيرُ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لِلْقَارِئِ: أَلَمْ أُعَلِّمْكَ مَا أَنْزَلْتُ عَلَى رَسُولِي؟ قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا عُلِّمْتَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: إِنَّ فُلَانًا قَارِئٌ، وَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.
وَيُؤْتَى بِصَاحِبِ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: أَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ، حَتَّى لَمْ أَدَعْكَ تَحْتَاجُ إِلَى أَحَدٍ؟ قَالَ: بَلَى، يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا آتَيْتُكَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَصِلُ الرَّحِمَ، وَأَتَصَدَّقُ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.
ثُمَّ يُؤْتَى بِالَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: فِي مَاذَا قُتِلْتَ؟ فَيَقُولُ: أُمِرْتُ بِالْجِهَادِ فِي سَبِيلِكَ، فَقَاتَلْتُ حَتَّى قُتِلْتُ، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ، ثُمَّ ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رُكْبَتِي، فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أُولَئِكَ الثَّلَاثَةُ أَوَّلُ خَلْقِ اللَّهِ تُسَعَّرُ بِهِمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ))

“Sesungguhnya Allah yang Maha tinggi dan Maha suci akan turun kepada hamba pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan di antara mereka. Dan setiap umat dalam kondisi berlutut. Kemudian orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Qur`an, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.

Maka Allah  berkata kepada sang qari` (orang yang biasa membaca Al-Qur`an):

‘Tidakkah Kuajarkan kepadamu apa yang saya turunkan kepada RasulKu?’ 

Dia menjawab:

‘Benar wahai Tuhanku’.

Allah  berkata lagi:

‘Apa yang kamu perbuat terhadap apa yang sudah kamu ketahui itu?’

Dia menjawab:

‘Saya menjalankannya sepanjang malam dan sepanjang siang’.

Maka Allah  berkata: 

‘Kamu telah berdusta’. 

Dan para Malaikat berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’.

Kemudian Allah  berkata kepadanya: 

‘Justru kamu melakukan hal itu dengan maksud agar dikatakan: Si fulan adalah qari`’. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta. 

Allah  berkata kepadanya:

‘Tidakkah sudah Kulimpahkan harta kepadamu hingga kamu tidak membutuhkan siapa pun?’.

Orang itu menjawab:

‘Benar wahai Rabbku’.

Allah  bertanya lagi:

‘Apa yang kamu kerjakan terhadap harta yang Kuberikan kepadamu itu?’.

Dia menjawab:

‘Saya menggunakannya untuk menyambung silaturrahmi dan bersadaqah’.

Allah  berkata kepadanya: 

Kamu telah berdusta’. 

Para Malaikat juga berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. 

Kemudian Allah  berkata:

‘Justru kamu melakukan itu dengan maksud agar dikatakan: Si Fulan adalah lelaki yang dermawan’. Dan hal itu sudah dikatakan kepadamu.

http://utility-share.blogspot.com/2015/01/riwayat-nabi-akan-peringatan-neraka-jahanam.html

Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah. 

Maka Allah berkata:

‘Dalam rangka apa kamu terbunuh?’.

Dia menjawab:

‘Saya diperintah berjihad di jalan Engkau. Maka saya berperang hingga terbunuh’.

Allah  berkata kepadanya:

‘Kamu telah berdusta’. 

Para Malaikat juga berkata kepadanya:

‘Kamu telah berdusta’. Allah  berkata: ‘Justru kamu melakukan itu agar dikatakan kepadamu: Si Fulan adalah pemberani’. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian Rasulullah saw menepuk kedua lututku sambil berkata: ‘Wahai Abu Hurairah! Ketiga golongan itu adalah makhluk yang pertama kali Neraka dinyalakan untuk mereka pada Hari Kiamat’.”

Al-Walid Abu Utsman Al-Madaini berkata: Uqbah bin Muslim memberitahu saya bahwa Syufai inilah yang masuk kepada Muawiyah radhiyallahu anhu kemudian memberitahunya Hadis tersebut.

Abu Utsman berkata: Al-Ala` bin Abi Hakim memberitahu saya bahwa dirinya dahulu seorang algojo Muawiyah. Kemudian seorang lelaki masuk kepada Muawiyah dan memberitahu Hadis ini dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Maka Muawiyah berkata:

((قَدْ فُعِلَ بِهَؤُلَاءِ هَذَا، فَكَيْفَ بِمَنْ بَقِيَ مِنْ النَّاسِ؟!))

“Orang-orang itu telah diperbuat terhadap mereka hal ini. Maka bagaimanakah para manusia yang lain?!”
            Kemudian Muawiyah menangis dengan sangat keras. Hingga kami menduga ia akan meninggal. Lalu kami berkata: “Orang ini[1] telah membawa keburukan kepada kami.”Kemudian Muawiyah sadarkan diri. Ia mengusap wajahnya lalu berkata: Maha benar Allah  ketika berfirman:

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ } [هود: 15، 16]

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di Akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di Akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16)[2]

[1] Yakni orang yang memberitahukan Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. (pen)
[2] HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, no. 2304

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►

Anak Ke Masjid Malah Jadi Fitnah Bagi Orang Tuanya


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMmMAS6McSs37v1o2E8PfRef_11R4ItUziI7O_vrdKqw8KikabXNFxhwKx84naIHfYbc23PULMCpvdPV7gQqcx3AywfqjpIGW3w3EhyphenhyphenIhTNz0YowmLuje-CwZDp0QtZ1ykJreaYCvUwk0E/s1600/jj.jpg

“BEUUH, Bubuuuu eta masjid jadi taman kanak-kanak sekarang, yang ngelangkahin orang shalat, yang ngejerit jerit, yang nangis… sampai imam gak kedengeran….si ayahnya jadi males tharawih di masjid malah teu paruguh,” kata seorang teman saya.

“Hehehe, itu fenomena tahunan. Dari zaman kita kecil juga gitu. Anak-anak pada seneng ke masjid. Bukan mau shalat tapi mau main, kayak gak pernah gitu aja…” kata saya sambil tertawa.

“Iya… tapi kayaknya kita dulu kalau udah di-sttttttt sambil melotot gitu udah pada mengkeret Bubu, anak sekarang mah dilarang malah makin jadi,” sungutnya.

“Iyaa… anak sekarang gitu, orangtuanya juga gitu,” tukas saya. “Aku jadi inget nih, kemarin temenku cerita. Jadi di komplek perumahannya ada ustadz yang ngajar anak-anak ngaji, masih muda. Nah adalah anak yang emang tukang bikin onar, bikin berisik, lari-lari pas orang shalat. Itu tuh udah kelas 4 SD, dilarang halus gak mempan, dikerasin, gak ngaruh, dibentak gak kapok, akhirnya dipukul pakai penggaris yang buat belajar ngaji.

“Mukulnya juga bukan mukul gimana nepuk dikit doang. Eh, si anak ngadu ke orangtuanya. Bapaknya datang ke masjid, nempeleng ustadz di depan orang banyak. Kata anak-anak ustadznya nangis. Itu orangtuanya rupanya gak suka ke masjid, anaknya aja yang ke masjid. Akhirnya niat ngajar anak malah jadi fitnah,” cerita saya.

“Ih Bubu, gak beradab amat orang tuanya… Itu ustadz anaknya,” kata teman saya terkejut.

“Emberan cyiiin… serba salah kan? Kalau kita tegur anak-anak nanti dibilang gak ngajarin anak-anak suka ke masjid, gak ngedukung anak-anak belajar memakmurkan masjid, bikin anak-anak trauma ke masjid. Ya gitu-gitu deh…. tapi gak sadar dengan begitu bikin kadang banyak orang dewasa karena ngerasa keganggu shalatnya jadi malas ke masjid. Akhirnya masjid berubah fungsi, akhirnya bukan memakmurkan malah membubarkan. Kalau emang mau ngajarin anak suka ada di masjid, suka memakmurkan masjid, kita orang tuanya juga musti ngasih contoh.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxcY7py9aQCkAw0WQEkSU2WB7HKRk1ZalvuOJM0lrzLuiF1_qdT7z8YppBECAnUhFgg9kMP_umU6ywTHacXUZta_ceml7nA1LdOBYjgUQVJDZUbu112DM_E0cXznK34wJUCGLJqeb-UXB0/s1600/anak-sholat-di-masjid.jpg

“Ini anaknya pergi ke masjid, ibu bapaknya nyantai di rumah. Sekalinya anak didampingi, yang ngedampingi asisten rumah tangga, sampai masjid asisten tumah tangganya ngumpul sama teman-temannya ngerumpi, main gadget, anaknya melalanglang buana entah kemana.

“Kalau aku waktu anakku kecil-kecil, karena anakku laki-laki semua, anakku gak ke masjid kalau gak sama ayahnya atau ada orang dewasa yang bersedia dititipi mengawasi. Anak boleh main dengan teman-temannya sebelum shalat dan ketika bubaran masjid 10 menit, tapi ketika shalat harus shalat di samping ayahnya atau orang dewasa yang dititipin. Kadang aku beres shalat tharawih di rumah aku ke masjid buat pantau anak-anak dari jauh buat memastikan.

“Kalau anak kita gak bisa dikendalikan, ajak pulang, lanjutkan shalat dirumah kan bisa. Besok kalau mau ke masjid lagi perjanjian dulu sama anaknya. Itu baru namanya ngedidik kalau menurutku. Kita juga jadi orang dewasa jangan egois, orang lain juga mau ibadah.

“Kadang mereka itu melangkah-melangkah di tempat sujud orang, mungkin setiap mau mulai shalat imam, orangtua, orang dewasa harus ngasih tau anak-anak kalau melangkah di tempat sujud orang itu dosa, kan ada dalilnya, ‘Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat’,’ (HR. Al Bukhari, HR.Muslim),” papar saya panjang lebar.

“Iya Bubu, kadang orangtuanya ada juga orang tuanya cuek aja, bilangnya: ‘Yaa.. namanya juga anak-anak,’ gitu melulu ngomongnya. Lah dia sebagai orang tua fungsinya apa?” teman saya gusar.

“Yaa… susah, kita ada di lingkungan ya beda-beda sikap, beda tingkah laku, beda pikiran. Kita urus aja dulu anak-anak kita ngedidik mereka buat belajar memakmurkan masjid dengan tidak dzalim sama hak orang lain. Butuh kesadaran diri sebagai orang tua, sebagai masyarakat. Mudah-mudahan kalau kita ngedidik anak bener bisa jadi teladan buat temen-temennya,” kata saya.

“Iya ya…. kalau kita gak ngebesarin rasa maklum malah makin rugi, sudah ibadah kita rusak, kena dosa mengumpat, tekor deh…” timpal teman saya.

Kami pun tertawa bersama. Semoga Allah tuntun kami mendidik anak anak kami menjadi generasi rabbani, generasi yang cinta memakmurkan masjid tanpa mendzalimi hak orang lain.
Bismillah…..


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving